Kapan Sebuah Potongan Rambut Dibilang Qoza’?

barber, haircut, hair
barber, haircut, hair
Ilustrasi. Source: Pixabay

Pertanyaan :

Kapan sebuah potongan rambut disebut qaza’ ?

Jawaban :

Pengertian qaza’ adalah mencukur rambut anak kecil dan menyisakan bagian-bagian tertentu secara terpisah (Mukhtar Ash-Shihah, H 547). Juga dikatakan mencukur sebagian rambut dan menyisakan sebagian (Al-Misbah Al-Munir, H 410). Dari pengertian diatas bisa di simpulkan bahwa setiap upaya mencukur rambut dengan cara mencukur sebagian dan menyisakan bagian yang lain termasuk dari qaza’. Imam Ibnu Al-Qoyyim menyebutkan ada 4 macam qaza’ :

  1. Mencukur rambut dan menyisakan bagian-bagian tertentu secara terpisah, seperti
    gumpalan-gumpalan awan di langit.
  2. Mencukur bagian tengah rambut dan membiarkan samping-sampingnya tetap
    panjang.
  3. Mencukur bagian samping kepala dan membiarkan bagian atas tetap panjang.
  4. Mencukur bagian depannya saja dan membiarkan bagian belakang, atau
    sebaliknya.

Ini semua termasuk kategori qaza’. Entah yang disisakan bagian mana saja maka
termasuk qaza’.

Dasar larangan qaza’ adalah hadits berikut :
عن عمر عن نافع ، عن أبيه، عن ابن عمر، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن القزع ، قال : قلت لنافع: وما القزع ؟ قال : يحلق بعض رأس الصبي، ويترك بعض (متفق عليه)

Artinya : “ Dari Umar bin Nafi’, dari ayahnya, dan Ibnu Umar bahwa Rosulullah – sholallahu ‘alaihi wasallam- melarang qaza’. Aku bertanya kepada Nafi’ : apa itu qaza’? Dia menjawab : memotong sebagian rambut di kepala anak kecil dan menyisakan sebagian yang lain. (Muttafaqun ‘Alaih)


Hukum qaza’ adalah haram berdasarkan hadits diatas karena setiap larangan menunjukkan pengharaman sesuatu yang dilarang.


Dan menipiskan bagian tertentu dari rambut dan menyisakan sebagian yang lain juga dikategorikan sebagai qaza’, itu juga yang disampaikan Syeikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh dan Syeikh Abdullah bin Al-Bassam dalam kitab Taisir Al-Allam (jilid 2
hal. 988). Berkata Syeikh Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqithi dalam Syarh Zaad AlMustaqni’ : “Guru-guru kami dahulu ketat dalam mengkategorikan bahwa menipiskan sebagian rambut dan membiarkan sebagian yang lain termasuk qaza’.”

Wallahu a’lam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *